Disusun oleh : Rukyat Shahih
Abstrak
Monosodium Glutamat
(MSG) ini mempunyai rasa yang cukup unik bila dirasakan, karena rasanya sangat
melekat kuat dilidah yang disebut rasa umami, inilah yang membuat rasa makanan
tersebut menjadi lebih kuat dan lebih sedap. Tetapi kandungan MSG pada dampak
buruk bagi tubuh masih banyak di perdebatkan, seperti terkena Chinese
Restaurants Syndrome (CRS) Alzheimer dan menyebabkan kanker. Oleh karena itu
para peneliti masih mengkaji lagi apakah bedampak buruk atau tidak.
Kata Kunci : Chinese
Restaurants Syndrome, Rasa Umami, Monosodium Glutamat.
Pendahuluan
Profesor Kikunae
Ikeda mengisolasi asam glutamat sebagai bahan rasa baru pada tahun 1908 dari
ganggang laut Laminaria japonica, kombu, dengan ekstraksi air dan kristalisasi,
dan menamai rasa ini umami. Untuk
memverifikasi bahwa glutamat yang diionisasi adalah penyebab rasa umami,
profesor Ikeda mempelajari berbagai sifat rasa garam glutamat seperti kalsium,
kalium, dan magnesium glutamat. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa semua
garam menghasilkan rasa umami tetapi ada juga rasa logam tertentu akibat adanya
mineral lain dalam garam tersebut. Di antara garam-garam itu, sodium glutamat
ialah yang paling mudah larut dan sedap, dan mudah dikristalkan. Profesor Ikeda
menamai produk ini monosodium glutamat dan mengajukan paten untuk membuat MSG. MSG
(Monosodium Glutamat) merupakan garam yang terbentuk dari sodium dan asam
glutamat. Asam glutamat ini sendiri adalah salah satu asam amino yang paling
lazim ditemui dalam berbagai protein.
Kandungan Monosodium Glutamat
Kandungan MSG
tersusun atas 78% Gllutamat, 12% Natrium dan 10% air. Kandungan inilah
menyebabkan makanan terasa gurih dan juga glutamate sendiri termasuk dalama
kelompok amino no esensial penyusun protein. Jika MSG dicerna oleh tubuh maka akan di metabolisme dengan baik oleh
tubuh dan digunakan sebagai sumber energi untuk usus halus.
Chinese
Restaurants Syndrome
Chinese Restaurants
Syndrome ini ialah istilah dari kejadian seorang dokter amerika makan di
restoran china, kemudian mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Sindrom ini
terjadi disinyalir lantaran makanan China mengandung banyak MSG. Gejala
Chineese Restaurant Syndrome ternyata juga mirip gejala reaksi simpang makanan
atau gejala alergi. Ternyata alergi makanan dan hipersensitifitas makanan dapat
menyebabkan gangguan semua organ tubuh termasuk gangguan pembuluh darah, otak,
dan gangguan otot dan tulang. Penderita penyakit jantung yang mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG bisa
terkecoh oleh gejala ini. Mereka bisa
menyangka telah terkena CRS padahal
sebenarnya sedang terkena serangan jantung.
Takaran untuk Dikonsumsi
Belum ada
peraturan permanen di dunia yang menetapkan takaran MSG untuk di konsumsi oleh Kesehatan Dunia (WHO).. Dalam peraturan
Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/88, penggunaan MSG dibatasi
secukupnya, tidak boleh berlebihan. Sayangnya, tidak dijelaskan secara detail
berapa gram/hari yang dianjurkan. Biasanya takaran untuk dikonsumsi itu di
rasakan apakah sudah mempunya rasa gurih yang cukup bagi seseorang. MSG ini
aman bagi tubuh manusia bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Sialnya, kadar
wajar tiap orang itu memang berbeda-beda. Ada beberapa orang yang sensitif
terhadap MSG sehingga sedikit kadar MSG saja sudah menyebabkan gangguan
kesehatan bagi tubuhnya, namun ada pula yang tidak sensitif.
Penutup
Karena Belum
adanya peraturan yang belum jelas berapa
takaran MSG untuk dikonsumsi, oleh karena itu sebaiknya digunakan secara
wajarnya saja karena ada juga seseorang yang sensitive terhadap MSG dan ada
pula yang tidak sensitive. Untuk balita sebaiknya jangan makanannya jangan
ditambahkan MSG karena takut balita tersebut sensitive terhadap MSG.
Daftar Pustaka
Schaumburg,
H.H., Byck, R., Gerstl, R., and Mashman, J.H. Monosodium L-glutamate: its
pharmacology and role in the Chinese restaurant syndrome. Science 163: 826-828,
1969.
Reif-Lehrer, L.
A questionnaire study of the prevalence of chinese restaurant syndrome. Fed
Proc 36:1617-1623, 1977.
Yamaguchi S,
Ninomiya K (1998). "What is umami?". Food Reviews International 14
Chiaki Sano
(September 2009). "History of glutamate production". The American
Journal of Clinical Nutrition
sumber gambar : http://inkchromatography.wordpress.com/2012/04/24/the-msg-files-part-i/
