Minggu, 16 November 2014

Dampak Dugaan Mengkonsumsi MSG

Disusun oleh : Rukyat Shahih




Abstrak

Monosodium Glutamat (MSG) ini mempunyai rasa yang cukup unik bila dirasakan, karena rasanya sangat melekat kuat dilidah yang disebut rasa umami, inilah yang membuat rasa makanan tersebut menjadi lebih kuat dan lebih sedap. Tetapi kandungan MSG pada dampak buruk bagi tubuh masih banyak di perdebatkan, seperti terkena Chinese Restaurants Syndrome (CRS) Alzheimer dan menyebabkan kanker. Oleh karena itu para peneliti masih mengkaji lagi apakah bedampak buruk atau tidak.
Kata Kunci : Chinese Restaurants Syndrome, Rasa Umami, Monosodium Glutamat.


Pendahuluan

Profesor Kikunae Ikeda mengisolasi asam glutamat sebagai bahan rasa baru pada tahun 1908 dari ganggang laut Laminaria japonica, kombu, dengan ekstraksi air dan kristalisasi, dan menamai rasa ini umami. Untuk memverifikasi bahwa glutamat yang diionisasi adalah penyebab rasa umami, profesor Ikeda mempelajari berbagai sifat rasa garam glutamat seperti kalsium, kalium, dan magnesium glutamat. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa semua garam menghasilkan rasa umami tetapi ada juga rasa logam tertentu akibat adanya mineral lain dalam garam tersebut. Di antara garam-garam itu, sodium glutamat ialah yang paling mudah larut dan sedap, dan mudah dikristalkan. Profesor Ikeda menamai produk ini monosodium glutamat dan mengajukan paten untuk membuat MSG. MSG (Monosodium Glutamat) merupakan garam yang terbentuk dari sodium dan asam glutamat. Asam glutamat ini sendiri adalah salah satu asam amino yang paling lazim ditemui dalam berbagai protein.


Kandungan Monosodium Glutamat

Kandungan MSG tersusun atas 78% Gllutamat, 12% Natrium dan 10% air. Kandungan inilah menyebabkan makanan terasa gurih dan juga glutamate sendiri termasuk dalama kelompok amino no esensial penyusun protein. Jika MSG dicerna oleh tubuh  maka akan di metabolisme dengan baik oleh tubuh dan digunakan sebagai sumber energi untuk usus halus.


Chinese Restaurants Syndrome

Chinese Restaurants Syndrome ini ialah istilah dari kejadian seorang dokter amerika makan di restoran china, kemudian mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Sindrom ini terjadi disinyalir lantaran makanan China mengandung banyak MSG. Gejala Chineese Restaurant Syndrome ternyata juga mirip gejala reaksi simpang makanan atau gejala alergi. Ternyata alergi makanan dan hipersensitifitas makanan dapat menyebabkan gangguan semua organ tubuh termasuk gangguan pembuluh darah, otak, dan gangguan otot dan tulang. Penderita penyakit jantung yang  mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG bisa terkecoh oleh  gejala ini. Mereka bisa menyangka telah terkena CRS padahal  sebenarnya sedang terkena serangan jantung.


Takaran untuk Dikonsumsi

Belum ada peraturan permanen di dunia yang menetapkan takaran MSG untuk di konsumsi  oleh Kesehatan Dunia (WHO).. Dalam peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/88, penggunaan MSG dibatasi secukupnya, tidak boleh berlebihan. Sayangnya, tidak dijelaskan secara detail berapa gram/hari yang dianjurkan. Biasanya takaran untuk dikonsumsi itu di rasakan apakah sudah mempunya rasa gurih yang cukup bagi seseorang. MSG ini aman bagi tubuh manusia bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Sialnya, kadar wajar tiap orang itu memang berbeda-beda. Ada beberapa orang yang sensitif terhadap MSG sehingga sedikit kadar MSG saja sudah menyebabkan gangguan kesehatan bagi tubuhnya, namun ada pula yang tidak sensitif.


Penutup

Karena Belum adanya peraturan yang belum jelas  berapa takaran MSG untuk dikonsumsi, oleh karena itu sebaiknya digunakan secara wajarnya saja karena ada juga seseorang yang sensitive terhadap MSG dan ada pula yang tidak sensitive. Untuk balita sebaiknya jangan makanannya jangan ditambahkan MSG karena takut balita tersebut sensitive terhadap MSG.



Daftar Pustaka

Schaumburg, H.H., Byck, R., Gerstl, R., and Mashman, J.H. Monosodium L-glutamate: its pharmacology and role in the Chinese restaurant syndrome. Science 163: 826-828, 1969.
Reif-Lehrer, L. A questionnaire study of the prevalence of chinese restaurant syndrome. Fed Proc 36:1617-1623, 1977.
Yamaguchi S, Ninomiya K (1998). "What is umami?". Food Reviews International 14
Chiaki Sano (September 2009). "History of glutamate production". The American Journal of Clinical Nutrition


sumber gambar : http://inkchromatography.wordpress.com/2012/04/24/the-msg-files-part-i/